Share it

Rabu, 28 September 2011

SEJARAH PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM




A. Pengertian Sejarah Pemikiran Pendidikan Islam
Secara eimologi pemikiran berasal dari kata dasar “Pikir” yang berarti proses, cara, perbuatan memikir, yaitu menggunakan akal budi untuk memutuskan suatu persoalan dengan mempertimbangkan segala sesuatu secara bijak.
Secara terminology, menurut Mohammad Labib An-Najihi, pemikiran pendidikan Islam adalah aktivitas pemikiran yang teratur dengan menggunakan metode filsafat.
Melihat depenisi tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa Pemikiran Pendidikan Islam adalah serangkaian proses kerja akal dan kalbu yang dilakukan secara sungguh-sungguh dalam melihat berbagai persoalan yang ada dalam pendidikan Islam dan berupaya untuk membangun sebuah pradigma pendidikan yang mampu menjadi wahana bagi pembinaan dan pengembangan secara paripurna.
B. Tujuan dan Kegunaan Mempelajari Pemikiran Pendidikan Islam
Dengan dasar pemikiran diatas, maka tujuan dan kegunaan mempelajari pemikiran pendidikan Islam secara umum bertujuan untuk mengungkap dan merumuskan paradigma pendidikan Islam dan peranannya dalam pengembangan sistemnya di Indonesia
Secara khusus, menurut Samsul Nizal, pemikiran pendidikan Islam memiliki tujuan yang sangat kompleks, antara lain :
1. Membangun kebiasaan berpikir ilmiah, dinamis, kritis terhadap persoalan –persoalan seputar pendidikan Islam .
2. Memberikan dasar berfikir inklusif terhadap ajaran Islam dan akomodatif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh intelektual diluar Islam
3. Menumbuhkan semangat berijtihad, sebagaimana yang ditunjukkan Rasulullah dan para kaum intelektual muslim pada abad pertama sampai abad pertengahan , terutama dalam merekonstruksi system pendidikan Islam yang lebih baik.
4. Untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan system pendidikan pendidikan nasianal
C. Sejarah Pemikiran Pendidikan Islam
Dalam catatan sejarah, eksistensi pendidikan Islam telah ada sejak Islam pertama kali diturunkan .Ketika Rasulullah mendapat perintah dari Allah untuk menyebarkan ajaran Islam, maka apa yang dilakukan, jelas masuk dalam kata gori pendidikan. Kepribadiannya merupakan wujudan ideal Islam tentang seorang guru dan pendidik.
Dalam Al-Qur’an, ayat yang pertama kali diturunkan Allah berhubungan langsung dengan pendidikan .Surah Al-Alaq jelas mengandung nilai filosofi yang menjadi dasarkegiatan pendidikan.Hal tersebut menunjukkan penekanan dan pandangan Al-Qur,an terhadap pentingnya ilmu pengetahuan .
Ketika di Mekah, proses pendidikan Islam dilakukan Nabi Muhammad dan para sahabat di Darul Arqam, sebagai pusat pendidikan dan dakwah.DiMadinah proses pendidikan dilakukan di Masjid, yang mana di dalam Masjid tersebut terdapat suffah yang berfungsi sebagai tempat pendidikan dan tempat tinggal bagi pendatang yang dating ke Madinah.
Kebijakan lain yang dilakukan oleh Nabi dalam memajukan pendidikan Islam dalah melalui pemamfaatan para tawanan perang badar .Sejumlah tawanan yang dapat menulis dan membaca akan dilepaskan Rasul bila ia mengajari sepuluh anak-anak muslim menulis dan membaca.Pada era tersebut lembaga pendidikan yang adalah bernama kuttab.yang berfungsi sebagai tempat pengajaran pokok-pokok agama dan tulis baca.
Setelah Rasul Wafat perkembangan ilmu pengetahuan pun terus berkembang,yang mana terus di kembangkan oleh para kahlifah dan sahabat lainnya.Namun para sahabat pada masa itu mengalami kesulitan, tapi berkat ajaran yang ditinggalkan oleh Rasul, para sahabat dapat melewati kesulitan tersebut, sehingga pada saat itu kehidupan dimasa rasul seakan-akan terulang kembali.Pemikiran pendidikan Islam masih tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadist Rasul sebagai sumber utama rujukan pendidikannya.Tidak ada pemikiran baru pada masa tersebut, kecuali hanya sedikit bercampur dengan filsafat yunani.Akan tetapi sangat terbatas dan pengaruhnya sangat sedikit, sebagian besar berkisar pada logika bukan filsafat dalam pengertian yang luas seperti masa-masa sesudah khulafaurrasidin.
Pada masa Umayyah pemikiran pendidikan Islam memasuki babak baru, dimana kstabilan politik telah dirasakan oleh negri –negri Islam .Oleh karena itu, tidak heran jika perhatian orang-oarang Islam sudah mengarah pada masalah kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan peradaban- peradaban baru .Dalam waktu yang sama mereka memberikan perhatian besar pada ilmu bahasa, sastra, dan agama untuk memelihanya dari pikiran – pikiran luar.
Pemikiran pendidikan Islam pada masa ini juga tersebar pada beberapa tulisan ahli Nahwu, sastra, hadist, dan tafsir.Pada masa ini para ahli tersebut mulai mencatat ilmu-ilmu bahasa, sastra dan agama untuk menjaga agar tidak diseludupkan pikiran-pikiran lain dan perubahan yang akan merusaknya .
Sedangkan perkembangan pemikiran pendidikan Islam pada masa Abbasiyyah merupakan masa keterbukaan terhadap kebudayaan dan peradap peradapan asing seluas-luasnya. Sehingga bermunculan lah para pemikir-pemikir baru, seperti munculnya empat imam mazhab terkenal dibidang ilmu fiqih yakni Imam Abu Hanifah(80-150 H), Imam Malik (95-179 H), Imam Asy-Syafi’i(150-204 H) dan Imam Hanbali (164-241 H).Selain dari itu muncul pula pengumpul hadits yang sangat mashur yakni Imam AL-Bukhari (194-256 H).
Perkembangan tersebut dalam sejarah Islam dikenal nmasa “keemasan”, karena pada saat itu ilmu-ilmu akal sudah mulai masuk dan bermunculan, pembinaan sekolah –sekolah, dan timbulnya pemikiran pendidikan yang istimewa.Selain dari itu penerjemahan terhadap buku-buku filsafat yunani kedalam bahasa arab sangat gencar dilakukan, begitupun dengan buku-buku budaya lain, seperti Persia,India, sehingga dalam waktu 150 tahun hamper semua ilmu pengetahuan yang ada sudah dibukukan kedalam bahasa Arab.
Pada masa ini juga muncul berbagai pemikiran pendidikan Islam, yang mana ulama –ulama Islam yang menulis tentang buku pendidikan dan pengajaran secara meluas dan mendalam .Pengaran pertama dalam hal ini adalah:


• Ibnu Sahnun yakni pada abad 3 H
• Al-Qabisi pada abad ke 4 H
• Ibnu Mskawaih dan Al-Ghazali yakni pada abad ke 6 H
• Ibnu Khaldun abad ke 8 H
• Dll
Namun pemikiran pendidikan sudah berkembang seperti yang ada dibawah ini yakni sebelum masehi artinya sebelum Islam berkembang :

• Kurun waktu 450-400 SM :Masa Plato
• Kurun waktu 400-350 SM :Masa Aristoteles, Euclid, Archimedes dst.
• Kurun waktu 600-700 M :Hsiian Tsang Tsang, I Ching dari daratan Cina.
• Kurun waktu 750-1100 M :(350 tahun), periode ilmuan-ilmuan Muslim;
Jabir, Khawarizmi, Razi, Masudi, Wafa, Biruni, Avecenna (Ibn Sina), Ibn al-Hatham, Omar Khayam dst.
• Kurun waktu 1100-1350 M :Ibn Rusyd, Nasifuddin, al-Tuusi, dan Ibn Nafis.
• Kurun waktu 1100-1350 M :Mulai pindah ke Barat da Eropa.

Dalam satu sumber sejarah perkembangan pemikiran pendidikan Islam bergulir dalam kurun 50 tahun .
D. Prinsip-Prinsip Pemikiran Pendidikan Islam
Prinsip-prinsip yang dapat digunakan dalam pemikiran pendidikan Islam meliputi:
• Prinsip Ontologys
Prinsip Ontologis merupakan salah satu dintara lapangan penyelidikan pemikiran kefilsafatan.Prinsip ini membicarakan tentang pokok pikiran tentang apa yang ada dan apa yang tidak ada.
• Prinsip Epistemologys
Prinsip Epistemologi yaitu suatu studi pengetahuan tentang bagaimana proses manusia mengetahui adalnya benda-benda,serta menitik beratkan pada timbulnya berbagai pengertian atau konsep waktu, ruang kualitas, kesadaran, dan keabsahan pengetahuan.
• Prinsip Aksiologis
Prinsip aksiologis yaitu studi tentang nilai, baik nilai etika,maupun nilai nestetika.Pembicaraan berkisar tentang nilai kebenaran hakiki yang menjadi tujuan hidup manusia.

E. Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan :
• Pemikiran pendidikan Islam adalah serangkaian proses kerja akal dan kalbu secara bersungguh-sungguh dalam melihat berbagai persoalan yang ada dalam pendidikan Islam.
• Tujuan mempelajari pemikiran pendidikan Islam adalah untuk mengungkap dan merumuskan pradigma pendidikan Islam dan perannya dalam mengembangkan pendidikan Islam.
• Sejarah pemikiran pendidikan dimulai pada masa Nabi Muhammad dan merupakan masa pembinaan
• Pendidikan pada masa Khulafa urrasidin adalah masa pemantapan,sedangkan pada masa umayyah adalah kelanjutan dari pemikiran pendidikan masa Nabi dan Khulafa arrasidin.
• Pada masa Abbasisya pemikiran pendidikan Islam mencapai puncak kejayaan.



Daftar pustaka

Susanto. A. Pemikiran Pendidikan Islam, Amzah, Jakarta, 2009

Sanaky Hujair AH, Paradigma Pendidikan Islam Safiria Insani Press Yogyakarta, 2003

Soebahar, Abd. Halim, Wawasan Baru Pendidikan Islam, Kalam Mulia, Jakarta, 2002

Langgulung, Hasan, Pendidikan Islam Dalam Abad Ke 21, Pustaka Al-Husna Baru, Jakarta, 2003
Nata, Abuddin, Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam, PT. Rajagrapindo Persada, Jakarta, 2003

Daudy, Ahmad, Segi-segi Pemikiran Falsafi Dalam Islam, Bulan Bintang, Jakarta 1984














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar